oleh

Studi Tiru, Camat dan Lurah Luwu Kuliah Pemerintahan di IPDN

-Metro-138 views

 

Studi tiru Camat dan Lurah Lingkup Pemkab Luwu di Kampus IPDN Jatinangor,kamis (9/12/2021)

JATINAGOR–Selama dua jam lebih, 22 camat dan 20 lurah asal Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu, belajar ilmu pemerintahan di kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, Kamis, (9/12) kemarin.

Rombongan camat dan lurah Kabupaten Luwu dipimpin Kepala BKPSDM Luwu, Andi Muhammad Ahkam Basmin, yang juga alumni IPDN tahun 2009, didampingi keterwakilan BPSDM Provinsi Sulsel,a Ketua Komisi I DPRD Luwu
,Lahmuddin serta Kabag Pemerintahan Hj ENRIKA.

Di kampus IPDN Jatinangor, mereka diterima oleh DR. Sampara Lukman, Direktur Program Profesi Kepamongprajaan IPDN Jatinangor, sekaligus membawakan materi “Etika Pemerintahan”.

Diawal pertemuan, DR. Sampara Lukman, memperkenalkan tentang kampus IPDN Jatinangor. Luas kampus 298 hektar dan baru digunakan baru sekitar 40 persen.

“Kunjungan ini luar biasa, karena hadir para camat dan lurah, didampingi Kepala BKPSDM Luwu, perwakilan BPSDM Provinsi Sulsel, dan hadir pula anggota DPRD Kabupaten Luwu,” katanya.

Dikatakan, lurah dan camat merupakan penyelenggara pemerintahan dan menjadi ujung tombak pemerintahan dengan tugas pelayanan kepada masyarakat

“Olehnya itu, etika pemerintah dan pemerintahan sangat diperlukan oleh seorang camat dan lurah atau ASN secara umum. Dan etikanya adalah, etika dengan pemikiran pelayanan masyarakat. Tidak ada yang boleh lepas dari pemantauan seorang camat dan lurah,” ujarnya.

Camat dan lurah harus murah senyum kepada masyarakat namun mulut seorang camat dan lurah harus ditutup tetapi mata dan telinga harus tetap dibuka.

Dijelaskan, etika dan moral, pengertiannya yang saling keterkaitan, karena keduanya mengandung nilai dan norma untuk mengatur tingkah laku manusia, yang mengacu pada kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat.

Pemerintah, adalah organisasi yang memiliki kekuasaan untuk membuat dan menerapkan hukum serta undang undang di wilayah tertentu

Pemerintahan, merupakan organisasi, lembaga atau wadah bagi orang yang mempunyai kewenangan / kekuasaan mengurus, mengatur hal-hal terkait kenegaraan, ketentraman dan kesejahteraan rakyat.

Dalam menjalan pemerintahan oleh pemerintah dengan mitranya diperlukan etika salah satu wujudnya yakni, menjaga koordinasi berjalan dengan baik.

Dalam menjaga etika dan koordinasi ini, DR. Sampara Lukman, mengingatkan hal yang perlu dicermati dengan saksama, yakni kekuatan baru di era digitalisasi yakni kekuatan politis, kekuatan media yakni massa, medsos dan pers.

“Setiap persoalan dalam pemerintahan juga tidak boleh lepas dari suasana kekeluargaan, selesaikan masalah dengan damai. Lima kunci sukses dalam penyelengaraan pemerintahanm Pertama, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku,” sebutnya

Kedua, kedamaian pikiran yakni harus selalu berpikir positif, ketiga cinta terhadap kesuksesan, keempat, kelayakan tujuan dan idealisme, yakni memahami posisi kita, lima, pengetahuan dan kesadaran diri. Bahwa pemerintah itu adalah pelayan masyarakat, camat dan lurah tidak ada artinya tanpa masyarakat.

Direktur Program Profesi Kepamongprajaan IPDN Jatinangor, juga memberikan 7 prinsip pelayanan yang berkaitan dengan etika pemerintahan. Yakni, layani rakyat dengan prinsip pelayanan itu adalah seni, melayani adalah ibadah, melayani adalah amanah, melayani adalah Rahmat, panggilan, aktualisasi diri, dan melayani adalah kehormatan.

Sementara itu, Kepala BKPSDM Luwu, Andi Muhammad Ahkam Basmin, yang juga lulus IPDN tahun 2009, menjelaskan kehadiran mereka di kampus IPDN Jatinangor.

“Harapan besar kami kepada kampus IPDN, akan memberikan pencerahan dan tambahan ilmu yang semogah menambah wawasan teman camat dan lurah Kabupaten Luwu,” katanya.

“Sengaja kami dari BKPSDM mengajak camat dan lurah dan berkoordinasi dengan BPSDM Provinsi dan disetujui salah satu lokus nya adalah kampus IPDN. Semogah pertemuan ini berkesan dan ada ilmu yang para camat dan lurah bawa pulang dan menerapkannya di daerah,” lanjutnya.

Dirinya berharap, apa yang telah dijalani lurah selama Pelatihan Peningkatan Kompetensi Bagi Camat dan Lurah se-Kabupaten Luwu, di beberapa locus tidak sia-sia dan tidak hanya menjadi formalitas saja.

“Harapan kita dan tentunya harapan masyarakat, melalui kegiatan ini adalah adanya perubahan pelayanan kepada masyarakat dan semangat dan innovasi, sehingga tidak sia-sia kegiatan ini danntidak sekedar hanya menjadi formalitas,” kuncinya.

Untuk diketahui, Pelatihan Peningkatan Kompetensi Bagi Camat dan Lurah se-Kabupaten Luwu, memulai perjalanan pada minggu, 5 Desember. Para peserta dilepas oleh Bupati Luwu, H. Basmin Mattayang.

Tiba di Kota Makassar, para peserta mendapat suntikan ilmu dari sejumlah pemateri dari Pemprov Sulsel, diantaranya Kepala BPSDM Pemprov Sulsel, Asri Sahrun Said.

Selanjutnya, Rabu, para peserta melakukan studi tiru di Kecamatan Kecamatan Cicendo dan mendapat materi pengetahuan dari Camat Cicendo, Drs Bira Gumbira, yang juga merupakan Alumni STPDN (Boncet)

Komentar

News Feed