oleh

SMKN 2 Luwu Resmikan Revitalisasi Pendidikan 2025, Perkuat Sarana dan Digitalisasi Pembelajaran

-Pendidikan-124 views

LUWU, Vedianews.com – SMK Negeri 2 Luwu secara resmi meresmikan pembangunan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2025 pada Rabu, 7 Januari 2026. Peresmian dilakukan oleh Kepala SMKN 2 Luwu bersama Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala SMKN 2 Luwu Nur Insani, S.Pd., M.Pd., Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan Ridwan Syam, S.Sos., M.M., serta Kepala Kejaksaan Negeri Luwu yang diwakili Kepala Seksi Intelijen Andi Ardimaan, S.H., M.H.

Ridwan Syam menyampaikan bahwa peresmian ini merupakan wujud komitmen Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul melalui penyelenggaraan pendidikan bermutu.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Program Digitalisasi Pembelajaran sebagai proyek strategis nasional.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kejaksaan atas pengamanan pelaksanaan proyek revitalisasi pendidikan sehingga dapat berjalan aman dan sesuai rencana. Menurutnya, kolaborasi antara Kejaksaan dan Dinas Pendidikan sangat penting untuk memastikan keberhasilan program tersebut.

Secara nasional, pada tahun 2025 pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp16,9 triliun untuk revitalisasi dan pembangunan sekolah baru pada 16.171 satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Khusus di Kabupaten Luwu, realisasi program revitalisasi telah mencapai lebih dari 100 persen dan kini telah dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.

Sebagai penerima manfaat, Kepala SMKN 2 Luwu Nur Insani menyampaikan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto serta Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti atas dukungan yang diberikan kepada sekolahnya.

SMKN 2 Luwu menerima bantuan revitalisasi senilai Rp3.795.737.000 yang digunakan untuk peningkatan sarana dan prasarana pendidikan. Selain itu, sekolah juga memperoleh bantuan Digitalisasi Pembelajaran berupa perangkat pembelajaran berbasis teknologi.
“Bantuan ini sangat bermanfaat bagi seluruh warga sekolah, antara lain pembangunan toilet yang layak dan higienis, rehabilitasi 13 ruang kelas, pembangunan ruang BK, rehabilitasi ruang administrasi, pembangunan ruang praktik siswa teknik sepeda motor, ruang OSIS, ruang UKS, serta pengadaan mebel,” ujar Nur Insani.

Ia berharap fasilitas tersebut dapat meningkatkan kenyamanan dan semangat belajar siswa. Dengan jumlah peserta didik lebih dari 895 siswa, SMKN 2 Luwu berkomitmen mengoptimalkan bantuan tersebut untuk memperkuat pendidikan vokasi, khususnya pada program keahlian akuntansi dan manajemen bisnis, serta memperluas kerja sama dengan dunia usaha dan industri.

Sementara itu, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Luwu Andi Ardimaan menjelaskan bahwa Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran merupakan proyek strategis nasional yang perlu mendapat pengawalan. Hal ini sejalan dengan Pedoman Jaksa Agung Nomor 5 Tahun 2023 tentang Pengamanan Pembangunan Strategis Nasional dan Daerah.

“Pengamanan ini bertujuan menciptakan kondisi yang mendukung pelaksanaan pembangunan secara objektif demi terwujudnya masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa pendidikan berkualitas hanya dapat terwujud dengan dukungan sarana prasarana yang memadai serta pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi(*)

Komentar