oleh

Mahasiswa Blokade Trans Sulawesi ,Transportasi Logistik Lumpuh,Akibat Tuntut Kabupaten Luwu Tengah dan Provinsi Luwu Raya

-Luwu-72 views

LUWU,VEDIAnews.com – Ratusan kendaraan roda empat, truk, bus, hingga mobil angkutan bahan bakar minyak (BBM) terjebak kemacetan panjang akibat aksi blokade Jalan Trans Sulawesi di Desa Marabuana, Kecamatan Walenrang Utara, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Sabtu (24/1/2026) siang.

Aksi tersebut menyebabkan arus lalu lintas lumpuh total dari dua arah.Blokade jalan dilakukan oleh Aliansi Mahasiswa Wija To Luwu sebagai bentuk kekecewaan terhadap pemerintah yang dinilai belum merealisasikan pembentukan Kabupaten Luwu Tengah serta Provinsi Luwu Raya.

Jenderal Lapangan aksi, Alif Nugraha, mengatakan kedua tuntutan tersebut menjadi fokus utama dalam aksi yang telah berlangsung selama dua hari terakhir.

“Pembentukan Kabupaten Luwu Tengah dan Provinsi Luwu Raya adalah tuntutan utama kami. Aksi ini merupakan bentuk akumulasi kekecewaan masyarakat Luwu Raya terhadap pemerintah,” ujar Alif saat ditemui di lokasi aksi, Sabtu siang.

Aksi pemalangan dilakukan dengan menebang sejumlah pohon yang kemudian dijadikan palang untuk menutup badan jalan. Akibatnya, kendaraan yang melintas tidak dapat melanjutkan perjalanan dan terpaksa berhenti di antrean panjang yang mengular hingga beberapa kilometer.

Kemacetan ini berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat serta distribusi logistik, termasuk kendaraan pengangkut BBM. Sejumlah sopir mengaku telah tertahan berjam-jam tanpa kejelasan kapan jalan akan kembali dibuka.

“Sejak kemarin kami tertahan di sini. Keluarga sudah menunggu di rumah, sementara usaha kami terancam berhenti,” ujar Nuri, salah satu sopir yang terdampak.
Menurut Alif, lambannya pembangunan dan pelayanan publik di wilayah Luwu Raya menjadi alasan utama tuntutan pembentukan Kabupaten Luwu Tengah.

Selain itu, pihaknya juga mendorong pemekaran Provinsi Luwu Raya karena menilai wilayah tersebut belum mendapatkan perhatian optimal selama berada di bawah naungan Provinsi Sulawesi Selatan.

“Kami melihat adanya keterlambatan pembangunan dan pengalokasian anggaran, terutama di sektor ekonomi, kesehatan, dan politik. Bahkan, kami juga menilai masih terjadi perlakuan diskriminatif terhadap Wija To Luwu, termasuk mahasiswa yang menempuh pendidikan di Makassar,” katanya.

Alif menegaskan, aksi blokade jalan akan terus dilakukan hingga pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan turun tangan secara langsung untuk merespons tuntutan massa.

“Ini adalah bentuk kemarahan, keresahan, dan kekecewaan kami. Aksi ini tidak akan berhenti hari ini saja, tetapi akan terus berlanjut sampai ada atensi langsung dan langkah konkret dari pemerintah,” tegasnya.

Hingga Sabtu siang, belum ada kepastian kapan blokade Jalan Trans Sulawesi tersebut akan dibuka. Aparat keamanan tampak berjaga di sekitar lokasi untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan serta menjaga situasi tetap kondusif.

Kapolres Luwu AKBP Adnan Pandibu nampak terlihat di lokasi blokade jalan,Adnan terlihat memimpin langsung personil polres Luwu,bahkan negosiasi dengan elemen mahasiswa sedang di lakukan Kapolres Luwu terkait aksi blokade jalan mahasiswa di Luwu

Pantawan di lapangan akses jalan trans Sulawesi nampak sepi.hanya saja beberapa kendaraan roda empat sempat melintas terutama mobil ambulance dan beberapa roda empat lainnya.

Untuk kendaraan pengangkut logistik umumnya masih terlihat antri di poros jalan trans Sulawesi ,
sementara kendaraan roda dua masih bisa melintas namun demikian para pengguna jalan roda dua tersebut berupaya mencari jalan alternatif di kawasan pedesaan untuk bisa tembus melewati aksi blokade jalan dari kalangan mahasiswa di Luwu (*)

Komentar