oleh

Blokade Jalan Trans Sulawesi, Warga Suli–Suli Barat Desak Presiden Setujui Pemekaran Provinsi Luwu Raya

-Luwu-72 views

LUWU, VEDIAnews.com— Tekanan terhadap pemerintah pusat terkait tuntutan pemekaran Provinsi Luwu Raya kembali meningkat.

Aliansi Masyarakat Suli–Suli Barat melakukan aksi blokade Jalan Trans Sulawesi di depan Lapangan Suli, Kabupaten Luwu, Senin (3/2/2026), sebagai bentuk kekecewaan atas lambannya respons pemerintah.

Aksi ini menandai eskalasi perjuangan masyarakat Luwu Raya yang menuntut pembentukan provinsi otonom baru terpisah dari Provinsi Sulawesi Selatan.

Blokade jalan menyebabkan arus logistik dan transportasi dari arah Makassar dan Palopo lumpuh selama berjam-jam.

Koordinator Lapangan aksi, Arman Salata, dalam orasinya secara tegas mendesak Presiden RI Prabowo Subianto agar mengambil langkah konkret melalui kewenangan diskresi untuk membuka jalan pemekaran Provinsi Luwu Raya.

“Kami tidak akan berhenti. Pemekaran Luwu Raya hanya bisa terwujud jika Presiden turun tangan langsung dan mengeluarkan diskresi. Pemerintah provinsi sudah terlalu lama mengabaikan aspirasi kami,” tegas Arman.

Menurut Arman, ketimpangan pembangunan dan pembagian anggaran menjadi akar persoalan yang terus dirasakan masyarakat Luwu Raya. Ia menilai kontribusi besar daerahnya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sulawesi Selatan tidak sebanding dengan alokasi anggaran yang diterima.

“Luwu Raya adalah salah satu penyumbang PAD terbesar Sulawesi Selatan setelah Makassar. Namun alokasi anggaran yang kembali ke wilayah kami bahkan tidak mencapai 43 persen. Ini bentuk ketidakadilan struktural,” katanya.

Secara bergantian, massa aksi dari Kecamatan Suli dan Suli Barat menyuarakan hal senada. Mereka menilai Luwu Raya selama ini hanya dijadikan lumbung pendapatan, namun tertinggal dalam pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, dan perhatian kebijakan.

“Kalau kondisi ini terus dibiarkan, pemekaran adalah satu-satunya jalan keluar,” teriak salah satu orator dari atas mobil komando.

Aksi blokade yang berlangsung selama kurang lebih empat jam itu menyebabkan puluhan kendaraan, termasuk truk pengangkut logistik dan bahan pokok, terpaksa berhenti total di jalur Trans Sulawesi. Meski demikian, aksi berlangsung tanpa bentrokan.

Wakapolres Luwu Kompol Misbahuddin bersama personel Polres Luwu terlihat melakukan pengamanan ketat guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan selama aksi berlangsung.

Hingga aksi berakhir, situasi tetap aman dan kondusif. Massa akhirnya membubarkan diri secara tertib sambil menegaskan bahwa aksi serupa akan terus dilakukan hingga tuntutan pemekaran Provinsi Luwu Raya mendapat keputusan politik dari pemerintah pusat(*)

Komentar