LUWU,VEDIANEWS – Menjelang peringatan Hari Polisi Wanita (Polwan) ke-76 pada 1 September 2025, kisah inspiratif datang dari salah satu anggota Polwan Polres Luwu, Bripka Samrah. Di balik tugasnya sebagai anggota Satuan Lalu Lintas (Satlantas), ia juga menjalankan peran sebagai ibu rumah tangga, pedagang, dan petani dengan penuh ketulusan.
Setiap hari, Bripka Samrah memulai aktivitas sejak pukul 03.00 dini hari. Saat sebagian besar orang masih tertidur, ia sudah terbangun untuk menyiapkan bubur bagi anak bungsunya yang masih balita. Sebagai pejuang ASI, ia juga rutin menyetok susu perah sebelum menjalani dinas pagi.
Tak hanya itu, ia juga menyiapkan dagangan berupa somai dan bakwan yang dijual di depan rumah.
“Di daerah saya memang kurang jajanan, jadi saya manfaatkan peluang itu,” ujarnya sambil tersenyum.
Setelah semua urusan rumah tangga selesai, Bripka Samrah mengenakan seragam dan mengikuti apel pagi di Polres Luwu. Ia merupakan lulusan Sekolah Polisi Wanita (Sepolwan) Ciputat tahun 2009, dan pernah bertugas di Polres Palopo sebelum pindah ke Polres Luwu pada 2020. Kini, ia dipercaya sebagai penguji Surat Izin Mengemudi (SIM) di Satlantas.
Meski padatnya kegiatan dinas, Bripka Samrah tetap berkomitmen menjalankan peran sebagai ibu yang aktif mendampingi anaknya di masa tumbuh kembang.
“Ini masa emas anak. Jadi meski ada keluarga yang bantu menjaga, saya tetap berusaha terlibat langsung,” ungkapnya.
Dukungan Penuh dari Institusi dan Keluarga
Kasat Lantas Polres Luwu, AKP Sarifuddin, S.H., M.H., memberikan apresiasi atas dedikasi Bripka Samrah yang mampu menyeimbangkan tugas dan perannya sebagai ibu rumah tangga.
“Selama tidak mengganggu jam kantor, kami tentu memberi ruang bagi anggota. Justru hal seperti ini bisa jadi contoh bahwa Polwan mampu berdaya di tengah berbagai kesibukan,” ujarnya.
Kapolres Luwu, AKBP Adnan Pandibu, S.H., S.I.K., juga menyampaikan dukungan yang sama.
“Kami bangga punya anggota seperti Bripka Samrah. Pengabdian di masyarakat tetap berjalan, sementara peran keluarga juga tidak terabaikan. Prinsipnya, selama jam dinas dipenuhi, kami mendukung kreativitas anggota,” tegasnya.
Berperan Ganda: Dari Polisi hingga Petani
Sepulang dari tugas dinas, Bripka Samrah kembali berganti peran. Jika dagangannya tidak habis, ia membantu suami mengolah sawah. Setiap akhir pekan, mereka pergi ke Bonelemo, Kecamatan Bajo Barat, untuk berkebun — mulai dari menanam jagung hingga memetik cengkeh.
Menurutnya, semua aktivitas tersebut dijalani dengan ikhlas demi masa depan anak-anak. Ia mengaku beruntung karena memiliki suami yang selalu mendukung.
“Suami justru senang, karena kita sama-sama berkontribusi,” tuturnya.
Dari perjalanan hidupnya, Bripka Samrah banyak belajar tentang arti kesabaran dan pelayanan kepada masyarakat, nilai-nilai yang ia terapkan dalam tugas hariannya di Satlantas.
“Pelajaran paling berharga adalah bagaimana tetap humanis dalam melayani masyarakat. Kadang saya gunakan bahasa daerah, bahasa Luwu, supaya warga lebih nyaman,” katanya.
Harapan di Hari Polwan 2025
Menjelang Hari Polwan 2025, Bripka Samrah berharap rekan-rekan seprofesinya terus semangat dan tetap berdaya dalam setiap peran.
“Semoga Polwan semakin jaya. Kita ini serba bisa, bukan hanya bertugas di kantor, tapi juga jadi ibu, pedagang, bahkan petani. Semua bisa asal dijalani dengan ikhlas,” pungkasnya(*)














Komentar