oleh

Ini Kata Bupati Luwu ,Saat Menyambut Kedatangan Raja Senusantara Saat Prosesi Maccera Tasi’

-Metro-894 views

LUWU,Vnews com- Prosesi Maccera Tasi’ rangkaian kegiatan FKN Ke XIII di pelabuhan Ulo Ulo,Belopa,kabupaten Luwu berlangsung sukses dan aman.

Bupati Luwu, Basmin Mattayang, selaku tuan rumah mengucapkan terima kasih kepada para tamu yang hadir.

Dengan keterbukaan hati para tamu hadir di tengah matahari yang terik di tengah laut.

“Semoga teguh semangat dengan ketinggian dan kemuliaan tamu kami raja dan sultan yang mulia, anda telah tiba dengan selamat dan membawa keselamatan di Tana Luwu ini untuk saling bertemu raga,” ujarnya.

Ia juga mengucapkan kesyukuran masyarakat Luwu yang bisa bertemu langsung dengan para tamu kehormatan.

Dimana saat ini Basmin bersama masyarakat bisa melihat perbedaan satu sama lain. Berbeda agama, adat, tradisi, suku, pakaian, yang merupakan anugra yang diberikan oleh Allah.

“Saya amat bergembira dan bergetar hati saat bertemu dengan raja-raja. Apa sebab, inilah wajah-wajah kebhinekaan Indonesia,”kata Basmin

Menurutnya ,kerajaan nusantara dalam konteks sejarah adalah embrio lahirnya NKRI yang tidak bisa dilupakan dan harus dikenang sepanjang masa .

Dalam kesempatan ini pula, Basmin menyampaikan perlunya kesadaran untuk melestarikan kebudayaan bangsa.

Sehingga rasa memiliki dan memelihara budaya tersebut ada dalam diri segenap elemen masyarakat.

“Melestarikan budanya bukan merupakan sifat elitis, apalagi untuk membangkitkan feodalisme. Tapi adat adalah alat perekat antara sesama kita,” tandasnya.

Maccera tasi ini adalah peninggalan leluhur disaat islam masuk di Tana Luwu, yang ditandai dengan mengumandangkan azan dari empat penjuru mata angin.

Dia juga menjawab kontrofersi Maccera Tasi yang wacanakan mengandung kemusyrikan.

“Hakikatnya adalah sebagai bentuk implemetasi kesyurukan. Pesta laut itu adalah tanda rasa syukur kita atas hasil laut yang nikmati masyarakat. Hari ini kita bergembira mensyukuri hasil laut yang menghidupi masyarakat di sekitarnya”papar Basmin Mattayang.

Andi Syaifuddin Kaddiraja, mewakili Datu Luwu menjelaskan apa itu Maccera Tasi.

Maccera diartikan dalam bahasa indonesia pesta, dan Tasi adalah Laut.

Di mana kehidupan masyarakat Luwu juga bergantung pada daerah pesisir. Sehingga menggelar maccera tasi (pesta laut) sebagai ungkapan rasa syukur.

“Karena acara ini dilaksanakan di laut, maka Maccera Tasi namanya. Seandainya acara ini untuk hasil panen kita, maka namanya maccera ase, atau pesta panen,”

Menurutnya rasa syukur itu tidak harus diucapkan, tapi juga harus dengan tingkah laku yang harus dilaksanakan.

“Seperti hati ini kita tidak hanya mengucapkan rasa syukur, tapi juga melaksanakan tingkah laku kita dengan saling menghormati.

Makna dari acara pada hari ini, di mana manusia yg ada bertemu dan bertatap muka.

Maddika Bua melihat acara FKN ini layaknya mempersatukan kembali manik-manik yang talinya putus.

“Semoga FKN ini bisa menjadi tali benang yang kuat sehingga bisa mengumpulkan manik-manik di masa depan,” ucapnya.

Acara Maccera Tasi sudah dimulai pada 6 September yakni Mallekke Wae (Mengambil Air) di istana kedatuan.

Hari ini merupakan kegiatan inti (mata gau’). Dimana rombongan Datu Luwu bersama para raja dan ratu menuju Belopa.

Para tamu menyaksikan kegiatan di lokasi acara di Pelabuhan Ulo-ulo.

Dalam prosesi, Datu Luwu bersama 13 dewan adat menaiki pincara (perahu) di Pelabuhan Tadette, di Desa Senga Selatan menuju ance (menara upacara) di Pelabuhan Ulo,ulo.

Sebelum ke tenda para tamu, pincara datu bersama 13 dewan adat mengelilingi ance sebanyak tiga kali.

Kemudian azan dikumandangkan dari empat penjuru mata angin.

Barulah Datu Luwu menuju tenda acara bergabung dengan para raja dan ratu, disambut dengan cara adat(*)

Komentar