oleh

Jelang Natal dan Tahun Baru 2024,Kapolres Luwu Himbau Kewaspadaan Akan Berita Hoax

-Luwu-62 views

Kapolres Luwu AKBP Arisandi, S.H., S.I.K., M.Si.

LUWU-Divisi Humas Polri menggelar dialog publik untuk mematangkan kesiapan pengamanan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024. Dialog publik ini mengusung tema “Kesiapan Polri Menyambut Natal dan Tahun Baru di Masa Kampanye Pileg dan Pilpres 2024”, Rabu (29/11/2023).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut secara daring, Kapolres Luwu AKBP Arisandi, S.H., S.I.K., M.Si. bersama para Pejabat Utama Polres Luwu serta Komisioner KPU dan Bawaslu Kabupaten Luwu.

Salah satu hal yang menjadi topik bahasan dalam dialog tersebut adalah kewaspadaan terhadap penyebaran berita bohong atau berita palsu atau hoax oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dan diprediksi akan meningkat pada musim kampanye pileg dan pilpres 2024.

Jika tidak berhati-hati, masyarakat khusunya netizen akan mudah terhasut, termakan tipuan hoax tersebut dan ikut menyebarkan informasi palsu itu hingga berkembang menjadi perselisihan di dunia nyata, bahkan bisa mengarah kepada konflik suku, agama, ras dan antar golongan (SARA). Lalu bagaimana cara mengetahui berita tersebut benar atau hoax?

Seorang narasumber pada dialog publik tersebut, praktisi komunikasi dan Dosen Program Vokasi Komunikasi UI, Dr. Devie Rahmawati, M.Hum., menyampaikan bagaimana cara kita mengidentifikasi berita bohong ataupun propaganda yang sengaja disebarkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.
1. Berita tersebut pasti berupaya menyentuh emosi manusia, baik untuk menjadi marah, sedih, takut, panik ataupun jijik.
2. Jika dalam penerimaan informasi tersebut kita cenderung merasa terlalu marah, terlalu sedih atau terlalu takut, maka bisa dipastikan berita yang kita terima adalah hoax.
3. Cek ke beberapa laman berita hoax atau fakta, seperti milik Kominfo, Divisi Humas Polri atau milik sivil society yang ada seperti turnbackhoax.id, cekfakta.com dan lain-lain.

Di era teknologi digital saat ini, bukan hanya konten berupa teks yang bisa dimanipulasi, melainkan juga konten lain berupa foto atau video. Ada kalanya pembuat berita palsu juga mengedit foto untuk memprovokasi pembaca.

Oleh karenanya, Kapolres Luwu AKBP Arisandi menghimbau agar masyarakat pengguna media sosial di daerah Kabupaten Luwu agar lebih cerdas untuk tidak mudah marah dan terprovokasi jika mendapati kriteria berita seperti tersebut di atas.

“Jelang natal, tahun baru dan Pemilu 2024 jangan mau dan jangan mudah diprovokasi oleh konten-konten tidak bertanggung jawab. Tetap jaga persatuan dan kesatuan, meski kita berbeda suku, agama dan pilihan politik. Mari kita ciptakan susana natal 2023 dan tahun baru 2024 serta Pemilu yang damai dan sejuk.” Tutup AKBP Arisandi(*)

Komentar

News Feed