LUWU,Vnews.com-Menyikapi peristiwa yang terjadi di kabupaten Luwu tiga pekan terakhir, berupa terjadinya hubungan terlarang sesama saudara kandung, aksi pengeroyokan hingga korban meninggal dunia ,pembunuhan anak kandung bahkan meningkatnya peredaran jaringan narkoba mendapat tanggapan serius Ketua KNPI Luwu ,Irwan Saputra Pajerih alias Voy.
Menurutnya, sangat penting bagi pemerintah kabupaten (pemkab) Luwu untuk meningkatkan pola pikir yang berbasis kearifan lokal dan religius dalam kehidupan bermasyarakat.
Tentu penguatan wawasan kearif lokal dan religius akan membentuk nilai dan karakter dalam berhubungan antar individu dan masyarakat , ujar Voy rabu(14/8/2019).
Kearifan lokal kata Voy merupakan nilai keluhuran, dan menjadi sumber moral masyarakat ,untuk hidup dinamis dan saling berdampingan.
Voy, menambahkan karakter kearifan lokal masyarakat itu sifatnya fleksibel dan dinamis. Namun, karakter ini akan menjadi bomerang apabila masyarakat tidak mempunyai imunitas yang kuat dalam menghadapi perubahan.
Bahkan akhir akhir ini ,kearifan lokal memudar seiring dengan perubahan zaman dan munculnya pergeseran nilai di tengah masyarakat.
Goyahnya kemampuan masyarakat dalam melestarikan kearifan tersebut, sejalan dengan serbuan nilai baru menghimpit masyarakat melalui berbagai instrumen dan media.
Sajian nilai baru yang masif menggerus nilai dan penguatan kearifan lokal ,hingga karakter bermasyarakat pun menjadi berubah ujarnya .
Bahkan sikap individualis, apatis, intoleran, dan praktek kekerasan menjadi nilai baru sebagai cara pandang melihat realitas sosial di sekitarnya.
Masyarakat Luwu dengan budaya tinggi sangat menghargai keragaman, sopan, santun, ramah .tentu kita tidak ingin nilai budaya ini terkontaminasi nilai negativ .
“Sehingga kearifan lokal yang menjadi jati diri seakan mulai pudar ,mestinya kearifan tersebut terjaga dan terawat apabila nilai tersebut dipertahankan dalam perilaku dan sikap kita sehari-hari” paparnya.
Sisi lainya ungkap Voy, nilai religius harus terus di galakkan, tujuannya memperkuat Iman kita sebagai umat beragama .
Mengajarkan makna kehidupan yang berakar pada agama memang bukan merupakan hal yang mudah.Iman itu merupakan nilai yang membentuk sikap dan perilaku sosial .Mengikat satu hubungan produktif dengan Allah swt dan sesama manusia.
” Karena itu, pada tingkat tertentu, iman akan membentuk karakter individu,iman juga akan membentuk karakter kolektif umat”kata Voy .
Alangkah baiknya jika pemerintah daerah terus menghadirkan para usdtaz disetiap momen ,untuk meningkatkan pola pikir religius berbagai elemen masyarak Luwu tandasnya.(*)
Editor : Ilham















Komentar