LUWU,VEDIAnews – Suhu Maksimum harian di Kabuten Luwu mencapai 23-31C sejak tiga pekan terakhir hingga membuat masyarakat Luwu gerah akibat cuaca panas yang di luar dari kebiasaan .
Dari data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)
Suhu di Kabupaten Luwu (Sulawesi Selatan) hari ini (16 Oktober 2025) berada di kisaran 23-31°C, dengan perkiraan suhu tertinggi mencapai sekitar 31°C di beberapa kecamatan seperti Bajo, dan suhu terendah sekitar 23°C di kecamatan Larompong serta Bua Ponrang.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat suhu maksimum harian di sejumlah wilayah Indonesia mencapai lebih dari 35°C dalam beberapa hari terakhir. Fenomena cuaca panas ekstrem ini terjadi secara merata di banyak daerah dan menunjukkan tren yang persisten.
Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, mengungkapkan bahwa suhu tinggi melanda sebagian besar wilayah Indonesia. Berdasarkan data pengamatan BMKG, suhu maksimum tertinggi tercatat pada 12 Oktober 2025 dengan angka mencapai 36,8°C di beberapa titik.
“Data BMKG mencatat pengamatan suhu maksimum mencapai di atas 35°C menyebar luas di seluruh wilayah Indonesia,” jelas Andri .
Berikut wilayah yang terdampak suhu tinggi secara signifikan:
1. Nusa Tenggara (NTT & NTB)
2. Jawa Barat
3. Jawa Tengah
4. Jawa Timur
5. Kalimantan Barat
6. Kalimantan Tengah
7. Sulawesi Selatan
8. Sulawesi Tenggara
9. Beberapa wilayah Papua
Catatan Suhu Tertinggi Oktober 2025
Suhu tertinggi 36,8°C terjadi di Kapuas Hulu (Kalimantan Barat), Kupang (NTT), dan Majalengka (Jawa Barat).
13 Oktober 2025:
Suhu sedikit menurun menjadi 36,6°C di Sabu Barat (NTT).
14 Oktober 2025:
Suhu kembali meningkat, berkisar antara 34°C hingga 37°C di sejumlah wilayah.
Majalengka (Jawa Barat) dan Boven Digoel (Papua) mencatat suhu tertinggi hingga 37,6°C.
Penyebab Cuaca Panas Berkepanjangan
Andri menjelaskan bahwa suhu tinggi yang terjadi secara luas ini disebabkan oleh dua faktor utama:
1. Dominasi massa udara kering di wilayah Indonesia
2. Minimnya tutupan awan, yang menyebabkan sinar matahari langsung memanaskan permukaan bumi secara intensif
“Konsistensi tingginya suhu maksimum di banyak wilayah menunjukkan kondisi cuaca panas yang persisten, didukung oleh dominasi massa udara kering dan minimnya tutupan awan,” tambah Andri.
Meskipun suhu udara sangat panas, BMKG memprakirakan potensi hujan lokal tetap dapat terjadi, terutama pada sore hingga malam hari.
Wilayah yang diperkirakan masih berpeluang mengalami hujan akibat aktivitas konvektif adalah:
Sumatera
Kalimantan
Jawa
Papua
Imbauan BMKG kepada Masyarakat
Deputi Meteorologi BMKG, Guswanto, mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang bisa terjadi secara tiba-tiba.
“Tetap waspada terhadap potensi perubahan cuaca mendadak seperti hujan disertai petir dan angin kencang pada sore atau malam hari,” kata Guswanto.
BMKG juga mengimbau masyarakat untuk:
Mencukupi kebutuhan cairan tubuh
Menghindari paparan langsung sinar matahari dalam waktu lama
Memperhatikan perkembangan cuaca dari kanal resmi BMKG(*)














Komentar