oleh

Luwu Siap Jadi Produsen Beras: Bupati Dorong Pembangunan Sentra Penggilingan Padi

-Ekobis-663 views

LUWU,VEDIAnews — Bupati Luwu, Patahudding, menegaskan komitmennya menjadikan Kabupaten Luwu sebagai salah satu daerah produsen beras utama di Indonesia. Hal ini disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Luwu yang membahas dan menyetujui pemindahtanganan aset daerah untuk pembangunan Sentra Penggilingan Padi modern milik Perum Bulog di Desa Barammamase, Kecamatan Walenrang.

Aset yang dimaksud berupa tanah seluas 5 hektare beserta dua unit bangunan, yang akan dimanfaatkan oleh Perum Bulog untuk membangun sentra penggilingan padi berteknologi modern.

Dalam sambutannya, Bupati menjelaskan bahwa hibah aset ini merupakan langkah strategis untuk mengoptimalkan potensi sumber daya lokal, serta sejalan dengan visi daerah melalui program “Mandiri Ekonomi Berbasis Sumber Daya Lokal – Luwu Berdaya.”

“Keputusan ini kami ambil dengan pertimbangan matang, agar dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat dan mendukung percepatan pembangunan daerah,” tegas Patahudding.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pembangunan sentra ini juga mendukung kebijakan nasional, terutama dalam penguatan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang dicanangkan oleh Presiden.

Tiga Manfaat Strategis Sentra Penggilingan Padi: Memberikan jaminan penyerapan gabah petani dan menjaga stabilitas harga beras di pasaran, Menjadi pabrik penggilingan modern pertama milik Bulog di luar Pulau Jawa,Dengan kapasitas produksi mencapai 120 ton per hari, Luwu berpotensi menjadi salah satu sentra produksi beras terbesar di Indonesia.

Bupati juga menekankan bahwa proyek ini akan mendorong penciptaan lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat pengelolaan sumber daya alam dan manusia di Kabupaten Luwu.

Sementara itu, Pemimpin Perum Bulog Cabang Palopo, Hadir Alamsyah, menyampaikan bahwa setelah persetujuan dewan, pihaknya akan segera memproses penyerahan dan balik nama aset.

“Pembangunan ditargetkan mulai tahun 2026. Setelah beroperasi, sentra ini akan meningkatkan kapasitas Bulog dalam menyerap gabah petani, khususnya di wilayah Luwu,” ujarnya kepada Tim Media Center Diskominfo-SP.

Dengan disetujuinya pemindahtanganan aset tersebut, Pemerintah Kabupaten Luwu menegaskan langkah nyata dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah berbasis sektor pertanian, serta memperkuat posisi Luwu sebagai daerah agribisnis unggul, mandiri, dan berdaya saing tinggi(*)

Komentar