MAKASSAR ,Vnews com -Nasib seseorang tak ada yang tau, seperti perjalanan hidup nenek Hapsah(78) mantan TKI di Malaysia yang terpisah selama 30 tahun dengan keluarganya di kota Palopo,Sulawesi Selatan.
Hapsah yang terpisah dengan keluarga selama 30 tahun dipertemukan kembali. Dia dikembalikan kepada keluarganya yang berada di Kota Palopo.
Dilansir dari laman hetanews
.com , jumat (9/8/2019) kisah ini berawal saat Nenek Hapsah bekerja sebagai TKI di Malaysia. Dia kemudian menikah dan memiliki seorang anak. Namun pada akhirnya dia bercerai dengan suaminya.
Setelah bercerai, sang nenek merantau ke Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Di sana dia bekerja sebagai pengupas udang dalam sebuah perusahaan. Seiring berjalannya waktu, dia semakin menua dan kondisi fisiknya menurun.
Sang nenek hanya bisa berbaring di tempat tidur dan kegiatan sehari-harinya dibantu warga sekitar. Hidupnya pun bergantung pada bantuan dari pemerintah setempat.
Melihat kondisi tersebut, Dinas Sosial Kota Tarakan membuat aduan yang ditujukan kepada Balai Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia (BRSLU) Gau Mabaji di Kabupaten Gowa, Sulsel. Laporan tersebut segera di tindaklanjuti sesuai dengan alur pelayanan yang ada.
Proses alur pelayanan dimulai dari pelaksanaan Respon Kasus yang dilanjutkan dengan tahapan Advokasi Sosial dan Intervensi Rujukan.
Intervensi Rujukan ini dilakukan seorang pegawai BRSLU Gau Mabaji Gowa Eka Keswara Putra. Setelah itu Nenek Hapsah sempat diberikan pelayanan di Temporary Shelter BRSLU Gau Mabaji.
Melalui hasil pendalaman, Hapsah diterminasi dengan diantarkan langsung oleh pihak Balai kepada keluarganya yang ada di Kota Palopo, Sulawesi Selatan.
“Perawatan terbaik lansia yakni dalam keluarga,” kata Kepala BRSLU Gau Mabaji Syamwuryani di Gowa, Sulawesi Selatan, Jumat (9/8/2019).
Selama proses layanan, BRSLU Gau Mabaji juga berkolaborasi dengan pihak terkait, seperti Dinas Sosial Kota Tarakan, RSUD Kota Tarakan dan Dinas Sosial Kota Palopo.
“Saya sangat berterima kasih kepada pihak Balai yang telah menemukan dan mengantarkan langsung nenek Hapsah ke rumah,” ujar Buana, keponakan nenek Hapsah di Palopo(*)
Editor :Am Amir









Komentar