oleh

Pemkab Luwu Gelar Rakor Lintas Sektoral Jelang Idul Fitri, Bahas Arus Mudik hingga Stabilitas Harga

-Luwu-247 views

LUWU, Vedianews .com–Menghadapi potensi lonjakan arus mudik dan aktivitas masyarakat saat Idul Fitri 1447 H, Pemerintah Kabupaten Luwu menggelar rapat koordinasi lintas sektoral di Belopa, Selasa (10/3/2026). Rapat ini melibatkan unsur Forkopimda dan berbagai instansi untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif selama Lebaran.

Kegiatan ini dipimpin langsung Bupati Luwu Patahudding bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta instansi terkait di Belopa, Selasa (10/3/2026).

Rakor tersebut dihadiri Ketua DPRD Luwu Ahmad Gazali, Kapolres Luwu AKBP Adnan Pandibu, Kajari Luwu Muhandas Ulimen, Ketua Pengadilan Negeri Belopa YM. Effendy Kadengkang, serta Pabung Luwu Mayor Kav. Suparman.

Kepala Badan Kesbangpol Luwu, Hj. Enrika,SE.M.si dalam laporannya menyampaikan bahwa rapat koordinasi ini bertujuan memperkuat sinergi lintas sektoral untuk menjaga situasi wilayah tetap aman dan kondusif menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Beberapa isu strategis yang menjadi perhatian dalam rakor tersebut antara lain kesiapsiagaan menghadapi arus mudik dan arus balik, ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat, pengendalian harga agar tetap stabil, peningkatan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, kesiapan sarana dan prasarana tempat ibadah, serta antisipasi terhadap ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan (ATHG).

Peserta rapat terdiri dari kepala perangkat daerah, pimpinan instansi vertikal, Forkopimcam, pimpinan BUMN dan BUMD, pimpinan organisasi keagamaan, serta Kasatgas jajaran Polres Luwu.

Dalam sambutannya sebelum membuka kegiatan, Bupati Luwu Patahudding menyampaikan bahwa Kabupaten Luwu merupakan wilayah yang dilalui jalur strategis Trans Sulawesi sehingga berpotensi mengalami peningkatan arus lalu lintas menjelang maupun setelah Idul Fitri.

“Selain arus kendaraan yang meningkat, aktivitas masyarakat di pusat-pusat keramaian seperti pasar, terminal, tempat ibadah, serta kawasan permukiman juga akan meningkat. Oleh karena itu diperlukan langkah antisipatif dan koordinasi lintas sektoral,” ujarnya.

Ia menambahkan, sejumlah langkah strategis perlu dilakukan, di antaranya mengantisipasi potensi peningkatan risiko keamanan dan keselamatan selama libur Idul Fitri, meningkatkan kesiapsiagaan mendukung kelancaran arus mudik, memantau serta mengendalikan inflasi daerah, dan memastikan kesiapan penyelenggaraan kegiatan perayaan Idul Fitri.

“Melalui rapat koordinasi lintas sektoral ini, saya berharap seluruh pihak dapat menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, serta merumuskan langkah strategis agar masyarakat Kabupaten Luwu dapat merayakan Idul Fitri dengan aman, nyaman, dan kondusif,” kata Patahudding.

Setelah dibuka oleh Bupati Luwu, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan dari masing-masing unsur Forkopimda dan instansi terkait.

Kapolres Luwu AKBP Adnan Pandibu dalam paparannya menyampaikan bahwa pada pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 pihaknya menyiapkan empat titik posko pengamanan, masing-masing di Kecamatan Belopa, Ponrang, Walenrang, serta di Bandara I Lagaligo Bua.

Ia juga menjelaskan bahwa secara umum situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kabupaten Luwu dalam kondisi kondusif. Meski demikian, sejumlah hal tetap menjadi perhatian, seperti potensi aksi unjuk rasa, kondisi cuaca ekstrem, ketahanan pangan, serta potensi gangguan kamtibmas lainnya(*)

Komentar