oleh

Rayakan Milad Ke XI ,IPMAL Gelar Dialog Kepemudaan,Ketua DPD KNPI Sulsel Sebagai Narasumber

-Pendidikan-639 views

LUWU,- Ikatan Pemuda Mahasiswa Luwu (IPMAL) menggelar Dialog Kepemudaan dalam rangka perayaan Milad XI digelar diKelurahan Padang Sappa, Kecamatan Ponrang, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Jumat (24/1/2020).

Dialog bertema sinergitas pemerintah dan pemuda dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan di era milenial menghadirkan lima narasumber.

Yakni Ketua DPD I Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulsel Andi Muhammad Arham Basmin, Ketua DPRD Luwu Rusli Sunali, Komisioner Bawaslu Luwu , Kaharuddin dan Kasat Reskrim Polres Luwu, AKP Faisal Syam, serta perwakilan Dispora Luwu M Jufri.

Rusli Sunali yang diberi kesempatan pertama menyampaikan materinya menegaskan Pemerintah dan DPRD Luwu komitmen dalam memajukan pendidikan dan kepemudaan. Buktinya, tahun 2020 pihaknya dan eksekutif sepakat telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 375 miliar atau 25 persen dari total APBD Luwu.

“APBD Luwu kurang lebih Rp 1,5 triliun, 25 persen atau Rp 375 miliar lebih telah dialokasikan di Dinas Pendidikan.Lalu

ditambah dengan anggaran untuk bantuan penyelesaian studi Rp 1 milar lebih,” kata Rusli.

Selain itu, dianggarkan pula untuk pendidikan usia dini Rp 5 miliar. Untuk Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Rp 5 miliar.”Dua dinas ini tidak bisa dipisahkan untuk kemajuan kepemudaan,” kata politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini.

Sementara itu, Ketua KNPI Sulsel Arham Basim dalam materinya mengatakan bahwa pemuda hari ini punya tantangan yang lebih besar ke depan. Sehingga pemuda saat ini dituntut tidak hanya cerdas secara pendidikan formal, tetapi juga cerdas emosional.

“Pemuda harus punya kemampuan cepat menganilis tantangan yang akan dihadapi lima, 10, 15, atau 20 tahun ke depan,” ujar Arham.

Ia juga meminta pemuda dan mahasiwa mempersiapkan diri dan punya skil yang lebih spesifik. “Kalau tidak punya skil spesifik, ke depan teman-teman akan diganti oleh mesin yang canggih.

Contohnya di China, sudah ada perusahaan yang 99 persen menggunakan teknologi mesin karena erornya lebih sedikit,” katanya.

Kita harus fokus ketika kita merasa fashion kita sudah ketemu. Misalkan fashion kita menyanyi jangan ambil jurusan lain, fokus asa bakat kita, jangan ikut-ikutan, ujung-ujungnya tiba-tiba ingin jadi anggota DPRD,” kata Arham.

Lanjutnya bahwa, anggaran yang telah diletakan oleh Pemkab Luwu dan DPRD menjadi tanggungjawab kita bersama untuk mengawalnya.

“Anak muda jangan menjadi pemuda yang gambo-gambo, harus berani katakan benar jika benar dan katakan salah jika itu memang salah, karena kedepan pemuda harus punya integritas dan komitmen,” katanya.

Diungkapkan Ketua KNPI Sulsel, posisi pemuda di Sulsel 26,67 persen. “Pastikan tidak menjadi beban bagi negara, pemuda harus memberikan kontribusi yang jelas,” tandasnya

Sementara Komisioner Bawaslu Luwu ,Kaharuddin menyebut ,pemuda itu harus menjadi subordinat pendidikan.

“Harus banyak melahirkan kajian “ungkapnya

Nara sumber lainnya Kasat Reskrim Polres Luwu AKP Faisal Syam menjelaskan peran pemuda (Mahasiswa) sangat di butuhkan membangun partner ship dengan elemen pemerintahan ,termasuk dengan jajaran Polri.

“Dalam jati diri pemuda sudah pasti tersimpan kekuatan besar dalam membangun gerakan perubahan bangsa. Pemuda merupakan aset paling berharga yang dimiliki negara” Kata Faisal Syam

Dialog tentang kepemudaan dalam rangka milad IPMAL XI menggusung tema, tentang “Sinergitas Pemerintah dan Pemuda Dalam Upaya Meningkatkan Mutu Pendidikan di Era Milenilal” (irmus)

Komentar