oleh

Tim Gegana Polda Sulsel, Amankan Mortir Yang Di Tanam Warga Palopo

-Metro-700 views

PALOPO, – Tim Gegana Polda Sulawesi Selatan dan Kepolisian Resor Kota Palopo,Jumat(6/12/2019) siang, berhasil mendapatkan mortir yang disimpan warga di Kelurahan Latuppa, Kilometer 9, Kecamatan Mungkajang, Kota Palopo.

Mortir yang disimpan warga tersebut berada di bawah batu besar, proses pencarian hanya berlangsung 45 menit.

Setelah ditemukan mortir tersebut dibawa ke sebuah lokasi yang aman atau steril dari warga, yakni di Kilometer 5 Kelurahan Murante.

Tim Gegana Polda Sulawesi Selatan, Kompol Sahruna mengatakan mortir tersebut berdaya ledak tinggi yang sangat berbahaya dan merupakan peninggalan perang dunia kedua.

“Hari ini kami lakukan tekhnik disposal atau pemusnahan sehingga barang ini sudah dianggap tidak ada dan sudah musnah,” kata Kompol Sahruna saat dikonfirmasi di lokasi, Jumat (06/12/2019).

Menurutnya mortir yang didapatkan dan sudah dimusnahkan adalah Mortir Militer yang masih aktif meskipun kelihatan dari luar sudah karatan.

“Mortir militer ini merupakan peninggalan perang dan masih aktif sehingga pemusnahannya dilakukan radius lebih dari 200 meter untuk menghindari fragmentasi, makanya kami cari titik lokasi yang aman dari masyarakat,” ucap Sahruna.

Tim Gegana Polda Sulsel mengimbau kepada masyarakat jika menemukan benda semacam ini agar menghubungi unit penjinakan bom Tim Gegana Satuan Brimob Polda Sulawesi Selatan.

Sebelumnya sebuah Mortir yang ditemukan warga ditanam di belakang rumah di Kilometer 9, Kelurahan Latuppa, Kecamatan Mungkajang, Kota Palopo, Sulawesi Selatan, Jumat (06/12/2019) pagi, didatangi tim gegana Polda Sulsel dan Kepolisian Polres Palopo.

Menurut wargayang menanam Mortir, Anton mengatakan bahwa model Mortir tersebut menyerupai peluru kendali.

“Modelnya seperti peluru Kendali atau jantung Pisang, itu ditemukan oleh Tomas di gunung Pembunian lalu dibawa Rudi dan saya ambil lalu saya tanam di belakang rumah di bawah batu besar,” kata Anton, saat dikonfirmasi di lokasi.

Menurutnya mortir tersebut sudah ditanam dalam tanah sejak 10 tahun lalu dan ia khawatir akan meledak saat ia melaksanakan pesta sehingga dilaporkan ke pihak Bhabinkamtibmas.

“Waktu disini ada pesta dan dapur berada di daerah itu, saya ingat bahwa disekitar batu itu pernah saya tanam benda berupa mortir, saya khawatir akan meledak sehingga saya melapor,” ujarnya.

Tim Gegana Polda Sulsle dan Polisi Resor Palopo langsung ke lokasi dan melakukan penggalian.

Waka Polres Palopo, Kompol Ade Noho, mengatakan bahwa benda yang sedang digali tersebut diduga adalah Mortir Militer.

“Setelah dilakukan pencocokan contoh yang ada didalam itu adalah Mortir Militer yang diperkirakan peninggalan Kolonial ataupun Jepang,”ucapnya(Amir)

Komentar