oleh

Warga Lare Lare , Penderita Gangguan Jiwa yang Sempat Dipasung Dapat Bantuan dari Rekannya saat SMP

-Sosial-743 views

LUWU-Warga Desa Lare Lare yang kini
mengalami gangguan jiwa dan sempat dipasung bertahun-tahun ,Anita (34) dan Saldi (31) kini dikunjungi rekan-rekannya saat sekolah di SMP Negeri 2 Bua Ponrang angkatan 2001

Kedatangan rekan rekan Anita dan Saldi saat sekolah di SMP untuk memberikan bantuan berupa dana meringankan beban mereka membantu memenuhi kebutuhan hidupnya.

Bantuan dari rekan rekan semasa sekolah di SMP diserahkan kepada keluarga Abdul Salam (81) dan istrinya, Halima (60), warga asal Desa Lare-Lare, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan yang memiliki 2 anak mengalami gangguan jiwa dan sempat dipasung bertahun-tahun

Salah seorang rekannya, Lisawati mengatakan bahwa Anita selama ini tidak pernah lagi terlihat bahkan mereka sering menanyakan keberadaannya.

“Waktu reuni akbar SMP 2 baru-baru ini, sempat kami cari tapi kabarnya sudah meninggal, kami baru tahu keberadaannya setelah muncul beritanya jika ia sakit, dan kasihan dia ternyata dipasung, ” kata Lisawati, saat dikonfirmasi, Rabu (04/12/2019) sore.

Melihat kondisi yang memprihatinkan, Lisawati berharap semoga pemerintah lebih perhatian dan bukan hanya fokus dengan kondisi anaknya tetapi juga dengan kondisi keluarganya yang betul-betul butuh perhatian.

“Waktu kami tiba, kami langsung masuk ke kamarnya yang bersentuhan langsung dengan ruang dapur, kami melihat kondisi rumahnya sangat memprihatinkan, kasihan hidupnya, mana lagi bapaknya yang sakit, keluarga ini sangat butuh perhatian dari berbagai pihak terutama pemerintah,” ujar Lisawati.

Salah seorang rekan lainnya, Adel Andi Tadda mengatakan jika Anita saat ini menjadi perbincangan warga net di daerahnya bahkan kisahnya menjadi viral di media sosial.

“Maafkan kami yang baru sempat menjenguk, bukan karena kisahmu yang lagi viral, tapi kami baru tahu bahwa ternyata kamu mengalami sakit yang sangat berat, semoga kehadiran kami bisa membuka sedikit memorimu tentang kita di masa lalu, cepatlah pulih masa depan cerah menantimu,” ucap Adel.

Sebelumnya diberitakan Anita mengalami gangguan jiwa sejak tahun 2003, yang diawali dengan demam tinggi. Abdul dan Halima sempat membawa Anita ke rumah sakit. Namun, karena keterbatasan biaya tidak memungkinkan untuk merawat Anita berlama-lama di rumah sakit.

“Waktu kami bawa berobat ke rumah sakit, kami terpaksa mengutang dulu demi membiayai pengobatannya. Waktu itu tidak ada perubahan pada dirinya. Namun, karena keterbatasan biaya, kami terpaksa harus keluarkan dari rumah sakit,” kata Abdul Salam

Selain Anita, anak mereka lainnya, Saldi juga mengalami hal serupa. Saldi mengalami gangguan jiwa pada umur 24 tahun. Keluarga kemudian memasung Saldi selama tujuh tahun karena kerap mengamuk. Padahal, sebelumnya Saldi sempat bekerja di sebuah perusahaan untuk menghidupi keluarganya.

“Sewaktu dia kerja sering merasakan panas, sering bikin masalah dengan temannya hingga mengalami gangguan jiwa. Kami pun terpaksa memasungnya karena sering keluar ke jalan raya dan mengejar orang,” ujar Salam.

Anita dan Saldi kini ditangani pihak Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu. Tim Medis dokter Bunadi mengatakan bahwa kejadian yang dialami kedua bersaudara dari anak pasangan Abdul Salam dan Halima itu diduga adanya faktor genetik dan stresor (tekanan) ekonomi.

“Biasanya kalau faktor genetik itu agak berat ditambah tekanan ekonomi dan pekerjaan serta pendidikan sehingga kalau selesai berobat dan sembuh tetapi stresornya masih ada jadi tingkat kekambuhannya akan susah diatasi,” jelasnya.

Sementara Kepala Desa Lare-lare Syarifuddin mengatakan bahwa setelah melihat kondisi warganya pihaknya akan memberi bantuan berupa kursi roda.

“Karena saya ini baru satu bulan menjabat sebagai Kepala Desa maka saya berinisiatif untuk memberikan Kursi Roda secara pribadi, karena sesuai dengan informasi dokter tadi bahwa si Anita ini jarang goyang jadi bagus kalau diberikan kursi roda agar bisa menghirup udara segar di luar dan terbuka alam pemikirannya,” tutur Syarifuddin(Amir)

Komentar